Penyandang Autisme Sebagai Subjek Hukum Dalam Konteks Taklif

via nurjannah

Abstract


Ketika manusia menginjak usia dewasa (baligh) mempunyai permanensi keahlian melaksanakan secara sempurna. Hanya saja terkadang ada beberapa penghalang dalam keahlian tersebut, di antaranya adalah penghalang samawi yang tidak dapat diusahakan oleh manusia, seperti gila, kurang akal, dan lupa. Anak berkebutuhan khusus (autis) dalam ushul fiqih, kondisi seperti ini dinamakan awaridh al-ahliyah yaitu kondisi yang menimpa seseorang sehingga akalnya berkurang atau hilang setelah sebelumnya sempurna. Adapun rumusan masalahnya adalah apakah penyandang autisme memiliki kemungkinan untuk dijadikan sebagai subjek hukum dan bagaimanakah jenis dari penyandang autisme yang dapat dan tidak dapat dijadikan sebagai mahkum alaih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan, mengembangkan, dan membuktikan pengetahuan mengenai kecakapan autisme sebagai subjek hukum serta menemukan pemahaman mengenai pembebanan hukum bagi penyandang autisme serta kategori bagaimanakah yang dapat dijatuhkan taklif padanya. Jadi kesimpulannya adalah dalam kaitannya dengan taklif, penyandang autisme dengan kategori ringan dan asperger termasuk mampu untuk dibebani hukum untuk permasalahan ibadah. Dengan adanya pembiasaan dan intervensi lebih dalam, autisme dengan subtipe tersebut mampu cakap melakukannya secara perilaku, namun penulis tidak bisa mengetahui secara psikisnya, apakah autisme dengan subtipe tersebut paham sekali apa yang ditaklifkan kepadanya.

Keywords


Autisme, Subjek Hukum, Taklif

Full Text:

PDF

References


Abdul’ Al, Abdul Hayy. 2014. Pengantar Ushul Fikih. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Anwar, Syamsul. 2007. Hukum Perjanjian Syariah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Arikunto, Suharmi. 1995. Dasar-Dasar Reasearch. Tarsoto: Bandung.

Burhanudin. 2001. Fiqih Ibadah. Jakarta: CV Pustaka Setia.

Buten, Howard. 2004. Dinding-dinding Kaca: Memahami Orang-orang Autistik. Jakarta: Qanita.

Desiningrum, Dinie Ratri. 2016. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Psikosain.

Ginanjar, Andriana. 2008 . Menjadi Orang Tua Istimewa. Jakarta: Dian Rakyat.

Lestari, Dwi. 2016 . “Pembelajaran Vokal sebagai Cara Menyempurnakan Interaksi Sosial Siswa Autis Asperger di Purwacaraka Music Studio Bungur”, Jurnal Seni Musik.

Mardani. 2010. Ushul Fiqh. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.

Maulana, Mirza. 2010. Anak Autis, Mendidik Anak Autis dan Gangguan Mental Lain Menuju Anak Cerdas dan Sehat. Jogyakarta: Ar-Ruz Media Group.

Murtie, Afin. 2017. Ensiklopedi Anak Berkebutuhan Khusus. Jogyakarta: Redaksi Javalitera

Pernamasari, Ike, 2014. Menu Makanan dan Minuman Bagi Autis dan ADHD. Jogyakarta: Redaksi Maxima.

Santrock, John W. 2011. Masa Perkembangan Anak. Jakarta: Salemba Humanika.

Susanti, Leni. 2016. Kisah Motivasi Anak Autis. Jogyakarta: Javalitera.

Syafe’I, Rachmat. 2015. Ilmu Ushul Fiqih. Jakarta: CV. Pustaka Setia.

Syarifuddin, Amir. 1997. Ushul Fiqh Jilid I. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Index:

   

  

SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies
Published by STAI Al-Washliyah Banda Aceh, Indonesia
Jln. Al-Washliyah No. 01 Lam Ara -Rukoh Kec. Syiah Kuala-Banda Aceh, 23111.
Website: https://stai-alwashliyahbna.ac.id/
Email: journal.shibghah@gmail.com