Menyoal Revitalisasi Peran Wilayatul Hisbah di Aceh: Dari Jinayah Ke Muamalah

Fithriady Ilyas, Mohammad Haikal

Abstract


Keberadaan Wilayatul Hisbah sebagai salah satu alat negara di Aceh diharapkan memajukan kehidupan bersyariat sehingga terbentuk tatanan masyarakat yang beradab dan sejahtera. Pemberian wewenang kepada WH dalam hukum jinayah telah berkontribusi mereduksi pelanggaran syariah berupa maisir, khalwat, dan judi. Seiring dengan berkembangnya kehidupan masyarakat, ekspektasi penerapan Syariah juga  menyentuh tidak hanya hukum jinayah melainkan juga dalam aktivitas muamalah dan hal ini  kemudian direspon oleh pemerintah dengan pembentukan Qanun Lembaga Keuangan Syariah.  Dalam pelaksanaannya tentu saja dibutuhkan pengawasan yang ketat agar tujuan qanun ini bisa terpenuhi dan memberi kemanfaatan yang besar, oleh karena itu, topik pengawasan menjadi perhatian utama yang harus  dijadikan prioritas oleh  pemerintah melalui pemberian kewenangan kepada  institusi terkait agar implementasi qanun sesuai dengan tugas pokoknya. Studi ini meneliti revitalisasi  peran Wilayatul Hisbah (WH) yang selama ini fokus kepada hukum jinayat agar juga turut berkontribusi dalam hukum muamalah, misalnya pemberantasan riba. Fenomena yang diteliti dalam studi ini menggunakan  penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data  menggunakan wawancara dan juga didukung dengan library research  untuk mengetahui peran yang telah WH lakukan dalam sejarah panjangnya dalam mengawasi kegiatan muamalah. Hasil studi menunjukkan bahwa keberadaan WH sebagai perangkat negara sangat erat kaiatannya dalam mendukung kegiatan muamalah, secara historis diketahui  tidak hanya sebagai penjaga kepatuhan kepada hukum pidana melainkan pula juga terlibat aktif dalam mengamankan transaksi muamalah. Implikasi dari studi ini menunjukkan pentingnya peran WH di Aceh dalam mendorong dan menjaga ketertiban kegiatan muamalah sehingga ini menjadi saran bagi pemerintah untuk merevitalisasi kembali fungsi WH di Aceh agar terlibat aktif  baik dalam jinayah maupun muamalat. Hal ini akan terwujud bila qanun revitalisasi peran WH lahir dengan segera.

Keywords


Wilayatul Hisbah, Revitalisasi, Muamalah, Jinayah

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Ahmad Fauzan. Wewenang dan Peran Wilayah Hisbah Dalam Pengawasan Pasar dan Ekonomi Dalam Perspektif Fiqh Siayasah. Al-Mabhats.

Romly. 2015. Al-Hisbah Al-Islamiyah: Sistem Pengawasan Pasar Dalam Islam. Deepublish.

Jaelani, Aan. 2013. Institusi Pasar dan Hisbah: Teori Pasar dalam Sejarah Pemikiran. Cirebon: CV. ELSI Pro.

Ziadeh, Nicola. 1953. al-Hisbah Wa’al Muhtasib Fii Al-Islam. Beirut: Catholic Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Index:

   

  

SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies
Published by STAI Al-Washliyah Banda Aceh, Indonesia
Jln. Al-Washliyah No. 01 Lam Ara -Rukoh Kec. Syiah Kuala-Banda Aceh, 23111.
Website: https://stai-alwashliyahbna.ac.id/
Email: journal.shibghah@gmail.com