Doktrin Pendidikan Islam Di Dayah Salafi Aceh Besar dan Implikasinya Terhadap Ukhuwah Islamiyah

Safaini Safaini

Abstract


Doktrin sebagai suatu bentuk ajaran, asas suatu aliran keagamaan yang bersifat absolut, sebagai suatu prinsip atau kepercayaan yang dianggap benar dan satu-satunya yang dapat diterima telah menjadi tradisi di dunia dayah. Dayah sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam yang sampai saat ini masih eksis di Aceh seharusnya tidak mempersempit pemahaman fikih dan tauhid didalam pembelajarannya. Tetapi kenyataannya dayah hanya mengajarkan fiqh mazhab Syafi’i dan tauhid Asy’ari serta menanamkan doktrin-doktrin tasawuf kepada santrinya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tujuan dayah mendoktrin santrinya agar santri lebih mencintai ajaran agamanya, dibidang tauhid adalah agar keimanan santri lebih kokoh dan kuat sehingga tidak mudah goyah saat berhadapan dengan pemahaman tauhid yang sesat atau pemahaman tauhid yang berbeda dengan mereka. Diarahkannya santri kepada mazhab yang satu dalam mempelajari fikih agar santri lebih terfokus dan terarah dalam memahami hukum agama Islam, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat Aceh. Tujuan dayah menerapkan doktrin tasawuf adalah agar terhindar dari pemahaman tasawuf yang sesat dan untuk membina akhlak santri dengan sifat terpuji.

Keywords


Doktrin; Pendidikan Islam; Dayah Salafi

Full Text:

PDF

References


Abbas, Sirajuddin. 2008. I’tiqad Ahlussunnah Wal jamaah. Jakarta: Pustaka Tarbiyah Baru.

Abbas, Sirajuddin. Sejarah Dan Keagungan Mazhab Imam Syafii. Jakarta: Pustaka Tarbiyah

baru.

Ad- Dimyathi, Sayyid Bakri Syatha. 2009. I’anatut Thalibin. Jakarta; Darul Kutub al-Islamiyah.

Al-Buthi, Said Ramadhan. 2001. Mazhab tanpa mazhab, bid’ah dalam syariat Islam, terj.

Gazira Abdi Ummah. Jakarta: Pustaka al-Kaustar.

Al-Jawi, Imam Nawawi. tt. Nihayah al-Zayn. Bairut: Dar al-Fikr.

Assaqafi, Said ‘Alwi. 2004. Majmu’ah Kutubun Mufidah. edisi Indonesia: Haramain.

Dhofier, Zamakhsyari. 1985, Tradisi Pesantren; Tinjauan Tentang pandangan hidup Kiyai

Jakarta: LP3ES.

Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama RI. 2000. Buku Teks

Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Bulan Bintang.

Haedari, HM dkk. 2004. Masa depan pesantren dalam tantangan modernitas dan tantangan

komplesitas global. Jakarta: IRD Press.

Jahja, Zurkani. 1996. Teologi Al-Ghazali pendekatan metodologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ma’luf, Lois. 1986. al- Munjid fi al- Lughah wa al- Adab wa al- Ulum. Beirut: Dar al Masyriq.

Madjid, Nurchalis. 1997. Bilik Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Mulyati, Sri. 2005. Mengenal dan Memahani Tarekat- Tarekat Muktabarah Di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Nasution, Harun. 1982. Islam di tinjau dari berbagai aspeknya, Jakarta: UI Press.

Nata, Abuddin. 2008. Akhlak Tasauf. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Qadir, Syaikh Abdul Isa. 2005. Haqaiq al-Tashawwuf. al-Qahirah: Darul Maqtham.

Shadiqin, Sehat Ihsan. 2008. Tasuwuf Aceh. Banda Aceh: Bandar Publishing.

Siregar, Rivay. 2002. Tasawuf dari Sufisme Klasik dan Neo Sufism. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada.

Soekanto, Soerjono. 1988. Sosiologi Hukum. Jakarta: Rajawali Press.

Zahri, Mustafa. 1995. Kunci Memahami Ilmu Tasauf. Surabaya: Bina Ilmu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Index:

   

  

SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies
Published by STAI Al-Washliyah Banda Aceh, Indonesia
Jln. Al-Washliyah No. 01 Lam Ara -Rukoh Kec. Syiah Kuala-Banda Aceh, 23111.
Website: https://stai-alwashliyahbna.ac.id/
Email: journal.shibghah@gmail.com