PERKEMBANGAN JIWA, PERASAAN, MOTIVASI DAN SIKAP BERAGAMA REMAJA ZAMAN NOW DALAM KAJIAN ILMU PARENTING : ARTICLE REVIEW

Andri Nirwana

Abstract


Islam menggariskan beberapa aspek penting dalam mendidik anak terutama remaja ke jalan yang diridhai Allah SWT. Pertama, memberi kasih sayang dan keperluan hidup yang mencukupi. Remaja pada peringkat awal memerlukan kasih sayang secukupnya daripada ibu bapa supaya mereka tidak berasa kekosongan dalam jiwa. Tanggungjawab ini harus dilaksanakan ibu bapa sebaik-baiknya. Firman Allah yang bermaksud QS. Ali-Imran: 14. Naluri kasih sayang yang wujud dalam diri manusia ini hendaklah dipupuk sebaik mungkin menurut kehendak syariat Islam. Dalam memberi kasih sayang kepada anak, tidak cukup bagi ibu bapa sekadar menyediakan keperluan kebendaan sedangkan keperluan mental dan emosi mereka tidak dititikberatkan. Ibu bapa seharusnya meluangkan masa bersama anak untuk bermesra dan bergaul dengan mereka. Ibu bapa juga perlu menjadi rakan yang baik kepada anak remaja dengan memberi peluang mencurahkan apa juga masalah dihadapinya. Tumpuan yang tidak berbelah-bagi haruslah diberikan ketika anak remaja mencurahkan sesuatu atau sumber lain untuk mencurahkan masalah yang sedang dihadapinya itu. Hubungan erat amat penting antara ibu bapa dan anak remaja. Cara ini membuatkan mereka tidak takut bertanya atau bercerita jika sesuatu perkara terjadi ke atasnya. Dengan ini hubungan anak dengan ibu bapanya akan bertambah erat di samping mereka akan taat dan mudah menerima nasihat daripada ibu bapa mereka. Anak yang mendapat kasih sayang dan asuhan cukup ibu bapanya tidak akan mengecewakan harapan ibu bapanya. Mereka tidak akan mencari kebahagiaan di luar rumah lagi umpamanya bergaul dengan kawan yang nakal, menghisap dadah, lari dari rumah dan sebagainya lagi kerana kebahagiaan yang dicari sudah didapati di rumah sendiri.  Kedua, memberi pendidikan agama. Pendidikan agama adalah suatu kewajiban ibu bapa. Tanpa pendidikan agama secukupnya adalah mustahil dapat melahirkan anak berakhlak dan bertakwa kepada Allah. Pengajaran dan pendidikan semestinya diutamakan adalah yang berkaitan dengan agama karena ia adalah cara paling baik untuk mencegah manusia daripada keburukan dan membawa mereka kepada kemulian

Full Text:

PDF

References


Agus Sujanto, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Angkasa Baru, 1998

Crapps, Robeth, E., Perkembangan Kepribadian dan Keagamaan, Jogjakarta: Kanisius, 1994

Fauzi saleh dan Alimuddin, Pendidikan Islam solusi Problematika (Methode pembinaan anak pada masa pubertas), Banda Aceh: Yayasan Pena, 2007

Hanna Djumhanna Bastaman, Integrasi Psikologi dengan Islam, Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 1996

Hamid Zahran, Ilmu Nafs-Numuw at Thufulah wal Muraahqah, Kairo: ’Alamul kutub, 1977

Jauhari Muchtar, Fikif Pendidikan, Cet I, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005

Muhammad Jamil, Muhammad Yusuf Mansur dan Fariq ’Abdussalam, An Numuw Minath Thufulah ilal Muraahaqah, Cet 3, Jeddah: Tihamah, 1983,

Muhammad Utsman Najati, Al Hadisun Nabawi wal Ilmun Nafs, terj. Wawan Djunaedi Soffandi Psikologi dalam Tinjauan Hadis Nabi, Cet I, Jakarta: Mustaqim, 2003

M. Arifin, Psikologi dan beberapa aspek kehidupan rohani manusia, Cet II, Jakarta: Bulan Bintang, 1980

Nico Syukur Dister Ofm, Pengalaman dan Motivasi beragama, Jogjakarta: Kanisius, 1994

Sanapiah Faisal dan Andi Mappiare, Dimensi-dimensi Psikologi, Surabaya: Usaha Nasional, tt

Sumardi Suryabrata, Perkembangan Individu, Cet I, Jakarta: Rajawali, 1982

Sururin M.Ag, Ilmu Jiwa Agama, Cet I, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004

Yahya Jaya, Motivasi Beragama dalam Agama Islam, makalah disampaikan dalam diskusi ilmiah di IAIN Imam Bonjol Padang tanggal 3 November 1990

Zakiah Darajat, Membina nilai-nilai moral di Indonesia, Cet 4, Jakarta: Bulan Bintang, 1985

Zakiah Darajat, Ilmu Jiwa Agama, Cet 17, Jakarta: Bulan Bintang, 2005


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View My Stats

Abstracting & Indexing

 

   

 

 

Flag Counter