SISTEM PEMBUKTIAN PERKARA DI DALAM HUKUM ACARA PERADILAN ISLAM

Taufiqul Hadi

Abstract


Sistem pembuktian sangat menentukan bagi hakim di dalam memutuskan perkara. Namun dalam praktek sistem tersebut sangat terkait dengan konsep kebenaran formil, dimana tidak mensyaratkan hakim memutus perkara dengan keyakinan (kebenaran materil), tetapi cukup berdasarkan alat bukti yang ada dan sah menurut Undang-undang. Tidak jarang, penyelesaian perkara dengan model seperti ini terkadang menjadi alasan ketidakpuasan pihak-pihak yang berperkara atas putusan hakim. Penelitian ini mengkaji urgensitas kebenaran materil sebagai bahan pertimbangan hakim ketika memutuskan perkara dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh seorang hakim. Hasil penelitian ini menunjukkan agar dapat mewujudkan kebenaran dan keadilan pada setiap keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan terhadap suatu kasus, maka seorang hakim dituntut agar dapat mencari kebenaran materil terhadap perkara yang sedang diperiksanya. Dan prinsip umum yang harus dipegang oleh seorang hakim ketika pembuktian perkara ada dua, yaitu: hakim harus mengetahui hakikat dakwaan/ gugatan dan hakim mengetahui hukum Allah atas kasus yang dihadapinya.

Keywords


pembuktian; hakim; kebenaran formil; kebenaran materil

References


Abdurrahman al-Maliki dan Ahmad al-Da’ur. Nizham al-‘Uqubat wa Ahkam al-Bayyinat. terj. Oleh: Syamsuddin Ramadhan. Bogor: Pustaka Thariqul Izzah. 2004.

Abdurrahman Ibrahim al-Humaidi. al-Qadha’ Wa Nizamuhu Fi al-Kitab Wa al-Sunnah. Makkah: Jami’ah Umm al-Qura Press. 1989.

Al-Mawardi. al-Ahkam al-Sulthaniyyah fi al-Wilayah al-Diniyyah. terj. Oleh: Fadli Bahri. Jakarta: Darul Falah. 2006.

Hasbi Ash-Shiddieqy. Filsafah Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang. 1970.

----------. Peradilan & Hukum Acara Islam. Semarang: Pustaka Rizki Putra. 2001.

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. al-Thuruq al-Hukmiyyah fi al-Siyasah al-Syar’iyyah. terj. Oleh: Adnan Qohar dan Anshoruddin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007.

----------. I’lam al-Muwaqqi’in ‘An Rabbil ‘Alamin. Kairo: Dar al-Hadits. 2006.

Ibn Rusyd. Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid. Beirut: Dar al-Fikr. 1990.

K. Wantjik Saleh. Hukum Acara Perdata RBg/ HIR. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1990.

KBBI Offline Versi 1.5. Kamus Besar Bahasa Indonesia. aplikasi di download dari http://www.ketikankomputer.com/2013/03/download-kamus-besar-bahasa-indonesia.html. pada tanggal 30 Mai 2013.

Lilik Mulyadi. Hukum Acara Pidana; Normatif, Teoretis, Praktik dan Permasalahannya. Bandung: PT. Alumni, 2007.

Mahmasani. Falsafah al-Tasyri’ fi al-Islam. Kairo: Mathba’ah Sa’adah. t.th.

Muhammad ibn Ismail Ash-Shan’ani. Subul al-Salam. Riyadh: Maktabah al-Mu’arif lil al-Nasyr wa al-Tauzi’. 2006.

Muhammad Salam Madkur. al-Qadha’ fi al-Islam. terj. Oleh: Imron AM. Surabaya: PT Bina Ilmu. t.th.

Riduan Syahrani. Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. 2004.

Roihan A. Rasyid. Hukum Acara Peradilan Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2002.

Samir Aliyah. Nizham al-Daulah wa al-Qadha’ wa al-‘Urf fi al-Islam. terj. Oleh: Asmuni Solihan Zamakhsyari. Jakarta: Khalifa. 2004.

Subekti. Hukum Pembuktian. Jakarta: Pradnya Paramita. 1975.

Subekti dan R. Tjiro Sudibo. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: Pradnya Paramita. 1992.

Sudikno Mertokusumo. Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty. 2006.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Taufiqul Hadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Abstracting & Indexing

      

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Flag Counter