PEWARISAN MUSLIM DENGAN NON-MUSLIM (Studi Analisis terhadap Metode Ijtihad Al-Qaraḍāwi)

Husamuddin MZ

Abstract


Dalam fikih disebutkan ada tiga larangan mewarisi, salah satunya adalah perbedaan agama (ikhtilāf al-dayn). Jumhur fukaha berpendapat bahwa antara muslim dan non-muslim tidak saling mewarisi. Namun, ada fukaha yang membolehkan muslim mewarisi non-muslim, tetapi tidak sebaliknya. Dalam konteks kekinian, Al-Qaraḍāwi berpendapat sama dengan minoritas fukaha. Penulis tertarik meneliti bagaimana metode ijtihad yang dilakukan sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda antara jumhur dan minoritas fukaha. Kemudian antara minoritas fukaha dengan Al-Qaraḍāwi yang menghasilkan kesimpulan yang sama. Metode ijtihad tersebut dianalisis dengan menggunakan empat teori yaitu; teori asas keadilan dan maslahat, teori ta’abbudi dan ta’aqquli, teori mu’aqqad dan mu’abbad, serta teori takhṣīṣ. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, dengan teknik data liblary research (penelitian kepustakaan). Dari hasil penelitian diketahui bahwa: (1) hadis larangan mewarisi antar agama adalah hadis ahad, dan hadis ahad itu merupakan ẓannī al-wurūd; (2) semua fukaha sepakat bahwa non-muslim tidak bisa mewarisi muslim. Terjadi perbedaan pendapat mengenai hukum muslim mewarisi non-muslim, akibat adanya perbedaan metode ijtihad. Minoritas fukaha dan Al-Qaraḍāwi membolehkan muslim mewarisi non-muslim, namun ada perbedaan dalam metode ijtihad yang ditempuh. Minoritas fukaha yang diwakili Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim melakukan takṣīṣ, sedangkan Al-Qaraḍāwi melakukan takwil; (3) Al-Qaraḍāwi tidak konsisten dengan pandangannya yang menyebutkan bahwa maslahat dalam pewarisan adalah menguatkan ikatan keluarga. Karena secara logika lurus, larangan dzimmī —sebagai hasil dari takwil lafaz kafir— untuk menerima warisan dari muslim, hanya memandang maslahat secara sepihak, serta rawan terjadinya keretakan hubungan dalam keluarga; (4) kebolehan mewarisi antara muslim dengan non-Muslim, tidaklah bertentangan dengan prinsip umum Al-Quran yang universal.

Keywords


pewarisan; beda agama; metode ijtihad.

References


‘Abdu al-Muta’āl al-ṣa’īdī, Fiqh al-Muqarin: Al-Mīrāth fī al-Syar’iyyah al-Islāmiyyah, cet. V, Jamāmīz: Maktabah al-Adāb, t.t.

Abdul Karim Zaidan, Al-Wajīz fī Uṣūl Fiqh, cet. V, Beirut: al-Risalah, 1996.

Abī Al-Faḍl Jamal Al-Dīn Muhmaad Ibn Mukarram Ibn Manẓūr Al-Afrīqī Al-Miṣrī, Lisān al-‘Arabi, jld. XI, cet. VI, Beirut: Dār al-Fikri, 1997.

Abu al-Fidā’ Ismā’īl ibn Katsīr, al-Bidāyah wa al-Niyāh, jld. XIV, Beirut: Maktabah al-Ma’ārif, 1988.

Al Yasa’ AbuBakar, Penerapan Syari’at Islam di Aceh; Upaya Penyusunan Fiqih dalam Negara Bangsa, Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh, 2013.

Ali Afandi, Hukum Waris, Hukum Keluarga, Hukum Pembuktian, cet. IV, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Al-Sayyid Al-Sābiq, fiqh Al-Sunnah, jld. IV, cet. II, Kairo: Dār al-Fath li al-I’lām al-‘Arabī, 1999.

Amir Syarifuddin, Hukum Kewarisan Islam, cet. II, Jakarta: kencana, 2005.

Atabik & Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer Arab-Indonesia, cet. IX, Yogyakarta: Multi Karya Grafika,1998.

Dawud ‘Abduh, dkk, al-Mu’jam al-‘Arabī al-Asāsī; li al-Nāṭiqīn bi al-‘Arabiyah wa Muta’allimīhā, Tunisia: Lidurūs, 1999.

DEPAG RI, Al-Quran Terjemahnya, Bandung: CV Penerbit J-ART, 2004.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi II, cet. X, Jakarta: Balai Pustaka, 1999.

Effendi Perangin, Hukum Waris, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006.

Hadari Nawawi dan Mimi Martini, Penelitian Terapan, Yogyakarta: Gajah Mada University, 1995.

Hazairin, Hukum Kewarisan Bilateral Menurut Qur’an dan Hadits, Jakarta: Tintamas, 1982.

Hendi Uhendi, fiqh muamalah, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2008.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.

Mardani, Fiqih Ekonomi Syariah: Fiqh Muamalah, Jakarta: Kencana, 2012.

Mohammad Daud Ali, Hukum Islam, cet. 18 Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.

Muhammad Abu Zahrah, Ahkȃm Al-Tarikat Wa Al-Mawȃrȋts, Kairo: Darul Fikri Al-‘Arabi, t.t.

Muhammad Ali Al-Shȃbuni, Al-Mawȃrits fi Al-Syari’ah Al-Islamiyah, Kairo: Dār al-ṣābūnī, 2002.

Muhammad Ibn Ahmad Ibn Muhammad Ibn Ahmad Ibn Ibnu Rusyd, Bidāyat al-Mujtahid wa Nihāyah al-Muqtaṣid, Beirut: Dār al-Jayl, 1989.

Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqih Lima Mazhab, penterjemah: Masykur A.B, dkk, cet. 15, Jakarta: Lentera, 2005.

Muhammad Syahat Al-Jundi, Al-Mirats fi Al-Syari’ah Al-Islamiyah, Kairo: Darul Fikri Al-‘Arabi,t.t.

Soerjono Sukanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafindo, 2005.

Suharsimi Arikonto, Prosedur Penelitian, Jakarta: Remaja Rosdakarya, 1987.

Syamsu al-Dīn ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Ūtsman al-Dzahabī, Tadzkiratu al-Ḥifāẓ, jld. 4, Beirut: Dār Iḥya’ al-Turāts al-‘Ārabī, t.t.

Yusuf Ahmad Muhammad Al-Badawi, Maqāṣid Al-Syari’ah ‘inda Ibnu Taimiyah, Yordania: Daru An-Nafāis, 2000.

Yusuf al-Qaraḍāwi, Dirāsah Fī Fiqh Maqāṣid al-Syarī’ah, Bayna al-Maqāshid al-kulliyyah wa al-Nuṣūṣ al-Juz’iyyah, cet. III, Kairo: Darul Syuruq, 2008.

Yusuf al-Qaraḍāwi, Fatāwa al-Mu’āṣirah, jld. II, Kuwait: Dār al-Qalam, 2002.

Yusuf Al-Qaradhȃwi, Al-Dȋn wa Al-Siyȃsah; Ta’shȋl wa Radd Syubhȃt, Kairo: Darul Syuruq, 2007.

Zainuddiin Abdurrahman ibn Syihāb al-Ḍīn Ahmad ibn Rajab, Al-Dzail ‘ala Ṭabaqāt al-Hanābilah, jld. II, Beirut: Dār al-Ma’rifah, t.t.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Husamuddin MZ

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Abstracting & Indexing

      

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Flag Counter